Apakah menjadi sebuah keharusan mengkhatamkan Al-qur’an di bulan Ramadhan? Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an). Di antara ayat yang membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Quran yaitu,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ
“
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran” (QS. Al Baqarah: 185).
Ayat ini masih membicarakan puasa Ramadhan.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »
“Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.”
‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari No. 5054).
Bukhari membawakan judul Bab untuk hadits ini,
باب فِى كَمْ يُقْرَأُ الْقُرْآنُ .وَقَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى ( فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ) .
“Bab Berapa Banyak Membaca Al Qur’an?”.
Lalu beliau membawakan firman Allah,
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ
“Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran” (QS. Al Muzammil: 20).
Kata Ibnu Hajar bahwa yang dimaksud oleh Imam Bukhari dengan membawakan surat Al Muzammil ayat 20 di atas berarti bukan menunjukkan batasan bahwa satu bulan harus satu juz.
Dalam riwayat Abu Daud dari jalur lain dari ‘Abdullah bin ‘Amr ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Berapa hari mesti mengkhatamkan Al Qur’an?” Beliau katakan 40 hari [artinya, satu hari bisa jadi kurang dari satu juz]. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab lagi, “Satu bulan.” [Artinya, satu hari bisa rata-rata mengkhatamkan satu juz] (Lihat Fathul Bari, 9: 95).
Dan mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan bukanlah kewajiban, syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
ختم القرآن في رمضان للصائم ليس بأمر واجب ، ولكن ينبغي للإنسان في رمضان أن يكثر من قراءة القرآن
“Mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa bukanlah perkara yang wajib. Akan tetapi sebaiknya seseorang memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan” (Majmu’ Fatawa wa Rasail 20/516)
Intinya semuanya tergantung kemudahan. Bagi yang mudah untuk mengkhatamkan Al Quran satu bulan penuh, silakan khatamkan. Bagi yang tidak mampu, tidaklah terkena dosa.
Beberapa Kisah Para Ulama Khatam Al Quran di Ramadhan yang bisa dijadikan sumber motivasi dalam mengkhatamkan Al-Qur’an:
1. Imam Al-aswad bin Yazid dulu mengkhatamkan membaca Al-Quran setiap enam malam, dan bila Ramadhan mengkhatamkan Al-Quran setiap dua malam.
2. Imam Said bin Jubair juga mengkhatamkan tilawah Al-Quran dalam dua malam ketika Ramadhan.
3. Imam Qatadah as-Sadusi biasa mengkhatamkan tilawah dalam satu pekan dan setiap tiga malam bila Ramadhan, dan khusus sepuluh hari terakhir khatam sekali di tiap malam.
4. Imam Bukhari selama bulan Ramadhan mengkhatamkan Al-Quran sekali di waktu siang dan setelah tarawih membaca Al-Quran dan khatam setiap tiga malam.
5. Imam Asy-Syafi’i menurut muridnya, Imam Ar-Rabi’ bin Sulaiman, biasa khatam Al-Quran sebanyak 30 kali setiap bulan dan 60 kali pada bulan Ramadhan.
Bila kita telusuri kisah para ulama tersebut dalam membaca Al-Quran seolah jauh dari logika kita saat ini. Tapi memang demikianlah para ulama mengisi Ramadhan mereka penuh dengan ibadah yang istimewa.
Dan inilah beberapa tips yang bisa diikuti bagi yang ingin mengkhatamkan Al Quran satu bulan penuh:
Al Quran terdiri dari 30 juz, 1 Juz terdiri dari 20 halaman (10 lembar).
1) Target mengkhatamkan Al-Qur’an minimal 1x.
Caranya: sehabis tiap shalat 5 waktu untuk membaca 4 halaman (2 lembar). 1 hari bisa 1 juz yang didapatkan, sebulan bisa dapat 30 juz.
2) Bila target ingin mengkhatamkan Al-Qur’an 2x maka setiap habis sholat fardhu membaca 8 halaman (4 lembar) Al-Quran. Demikian seterusnya tinggal mengalikan jumlah lembarnya. Ada juga yang tidak mentarget lembar, tapi memanfaatkan sesempat apapun waktu yang ada untuk membaca Al-Quran. Kita bisa memilih mana yang lebih sesuai.
Agar rencana target itu berjalan mulus, ada baiknya perhatikan tips dan trik berikut ini:
1. Jika karena kesibukan tak mampu untuk membaca Alquran setelah shalat fardhu, maka coba cari waktu luang karena yang tahu kesibukan dan waktu luang adalah diri kita sendiri. Yang pasti target khatam untuk setiap harinya tetap dilakukan, 1 juz untuk 1 khataman, 2 juz untuk 2 khataman, begitu kelipatannya.
2. Saat sedang membaca Alquran jangan sering melihat jam. Karena melihat jam akan menggoyahkan niat. Tetap fokus pada target. Jangan juga membalik halaman yang belum dibaca. Dalam hati pasti terpikir "kurang berapa halaman lagi ya?" Hapus jauh-jauh pikiran itu! Nikmati saja pembacaan Alquran itu, jangan terburu-buru hingga membuat kita ingin cepat selesai.
3. Jangan berpikir tak sempat. Pikiran tak sempat hanya akan membuat kita bermalas-malasan. Bukannya tak sempat, tapi sempatkanlah waktu kita! Jika kita berpikir sempatkanlah waktu kita, maka apapun kesibukan kita, kita akan menyempatkan diri untuk membaca Alquran sesuai rencana.
Untuk memacu semangat kita dalam mengkhatamkan Al-Qur’an, berikut keutamaan membaca Al-Quran yang banyak dijelaskan, salah satunya adalah Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
Begitu juga Sabda beliau,
مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ
“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468)
Nah, itulah sedikit tips agar bisa mengkhatamkan pembacaan Alquran di bulan Ramadan. Kalau kita bisa betah untuk membaca status Facebook dan Twitter, kenapa membaca Al-Quran tidak?
Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai syahrul quran (bulan Al Quran). Hanya Allah yang memberi taufik.
Sumber:
www.muslim.or.id
www.quranpoin.com
www.brilio.net

Tidak ada komentar:
Posting Komentar